Home » Ulah Beberapa Pembangkang, Petualang dan Gelandangan Politik Akhir-akhir Ini

Ulah Beberapa Pembangkang, Petualang dan Gelandangan Politik Akhir-akhir Ini

by admin
176 views

Opini Publik : radarpublik.net – Mengaku kenal baik dengan Munarman, maka Fadli Zon bilang tidak percaya soal tuduhan teroris terhadapnya. Itu mengada-ada dan kurang kerjaan katanya.

Ya memang bebas saja sih, mau percaya atau tidak percaya itu soal keyakinannya Fadli Zon sendiri. Soal keyakinan khan haknya masing-masing ya. Tidak berpengaruh apa-apa terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Hukum itu taat pada ayat-ayat undang-undang, dan tidak ambil pusing dengan ayat-ayat kitab suci manapun.

Tapi, biar bagaimana pun, Fadli Zon mestinya percaya bahwa Munarman bakal menemani Rizieq Shihab dan Bahar Smith untuk berlebaran di hotel prodeo. Apakah Fadli Zon mau menemani mereka juga?

Bisa juga sambil mengantarkan sendal Munarman yang ketinggalan dan sedang jadi trending-topic dimana-mana. Ya terserah saja.

Heran, bukankah Prabowo Subianto itu juragannya Fadli Zon sudah berada dalam struktur pemerintahan Presiden Joko Widodo?

Baca juga:  Skandal Besar Trader Singapura, Akankah Menyeret Mafia Migas Indonesia?

Jadi Partai Gerindra sebetulnya bukan lagi partai oposisi, dan seyogianya mesti mendukung tindakan pemberantasan terorisme yang sedang giat-giatnya dilakukan oleh Pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Tapi Fadli Zon ternyata membangkang. Apakah pembangkangan ini adalah bagian dari partitur yang dirancang partai? Hanya Prabowo yang tahu.

HTI dan FPI sebagai organ ‘attacking-dog’ untuk menakut-nakuti sudah bubar. Mungkin beberapa petualang politik dan gelandangan politik yang selama ini jadi semacam bohir mereka butuh piaraan baru yang bisa disuruh-suruh menggigit siapa saja yang menghalangi jalannya skenario politik hitam mereka.

Sementara itu Anies lagi sibuk bersafari ke berbagai daerah, meninggalkan begitu saja wilayah Jakarta yang jadi area tanggungjawabnya. Mungkin ia sedang mencari Pohon Mahoni yang hilang dari Kawasan Monas dan sampai sekarang belum ketemu.

Baca juga:  Virus “Benci-Asia” di AS, Buah Pahit Politik-Identitas Sempit dan Pelajarannya

Kita berharap Pak JK bisa ‘mendidik’ anak emasnya ini untuk bisa menyusun skala prioritas dalam menjalankan administrasi pemerintahan ibu kota. Masak sih mesti vokalis Kebon Sirih yang memberi nasihat buat Anies?

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana, meminta Anies supaya fokus kerja membenahi Jakarta dari pada safari ke daerah.

Diingatkannya pula bahwa masa jabatan Anies habis tahun depan (2022), namun (cilakanya) belum ada satupun janjinya yang dituntaskan. Nah lho!

Related Articles

Tinggalkan Balasan