Home » Pemkab Banyuwangi Menyikap Sedimentasi Pasir Sungai

Pemkab Banyuwangi Menyikap Sedimentasi Pasir Sungai

by admin
80 views
Sedimentasi

Opini Publik : radarpublik.net – Potensi Galian C di daerah Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi cukup melimpah dan tersebar dari wilayah Banyuwangi Utara sampai Selatan Barat Daerah Banyuwangi. Dan tersebar sampai kaki pegunungan Ijen dan Pegunungan Raung Banyuwangi.

Belum lagi potensi pasir sungai, sebagai sedimentasi agregat halus yang terbawa dan mengendap di aliran sungai yang melintasi daerah Daerah Kecamatan Songgon, Sempu, Kalibaru yang semuanya adalah berkah alam yang dapat diambil dan dikelola secara manfaat dan mendapatkan nilai tambah ekonomi maupun menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa yang memiliki DAS tersebut.

Permasalahan yang muncul bagaimana cara pengelolaan sedimentasi sungai tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara komersial demi kemaslahatan bersama, sebagai keputusan bijak yang harus terkaji dan teranalisa secara perencanaan yang baik.

Baca juga:  Antara Kritis dan Nyinyir: Lip-Service-nya BEM-UI Menyikapi Kerja.. Kerja.. Kerja..nya Jokowi

Sedimentasi sungai yang terbawa ke daerah hilir sungai dan mengendap merupakan pola yang terbentuk dan terkikis alami, menjadi pecahan butiran menjadi agregat halus dari batuan yang banyak terdapat pada daerah pegunungan. Butiran/agregat halus ini melayang terbawa arus sungai ketika debit banjir daerah puncak cukup tinggi dan intensitas besar. Mengendap dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga dapat menurunkan fungsi sungai dan aliran irigasi tangkapan air menjadi up normal.

Bila dilihat dari Kacamata Program Pemerintah Daerah khususnya Pemkab Banyuwangi, terutama Program Satuan Kerja dalam memeliharan operasi dan fungsi sungai, memberikan tanggung jawab kepada Dinas Pekerejaan Umum Pengairan dalam menjaga Fungsi Operasi harus tetap terjaga baik dan normal semestinya.

Baca juga:  Terima Upeti Hingga Puluhan Juta Tiap Bulan, Tambang Gelap di Banyuwangi Bebas Beroperasi

Pada aliran tersebut juga terdapat beberapa bangunan air sebagai fungsi intake untuk membendung aliran sungai dan di alirkan sebagai air pertanian pada saluran-saluran primer, sekunder dan tersier kepada petak-petak lahan baku persawahan yang memanfaatkan debit sungai tersebut.

Lantas bagaimana bila elevasi dan debit sungai menjadi terkendala karena banyaknya sedimentasi yang menumpuk pada sungai-sungai utama sebagai saluran intake. Maka program kerja Satker Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi mengusulkan kegiatan yang bersifat Operasi dan Pemeliharaan (OP) agar terus menjaga manfaat fungsi sungai dan saluran irigasi tetap optimal dan efektif, sehingga program pertanian sebagai mata rantai dukungan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan juga tetap terjaga.

Related Articles