Home » Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal!

Logika Mangkrak & Sikap Egoistis yang Bisa Bikin Negara Gagal!

by admin
49 views

Opini Publik : radarpublik.net

Entah apa kriteria Negara Gagal versi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), sang Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI. Dalam pemberitaan yang beredar tidak jelas disebutkan.

Hanya dikatakan bahwa Ibas mengkritik cara pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir dua tahun. Bahkan Ibas dikabarkan khawatir jikalau RI dianggap menjadi negara gagal atau failed nation dalam menangani Covid-19 yang kian mengganas akhir-akhir ini. Cuma itu saja.

Argumen yang terlalu sumir. Maaf. Walau pernyataan Ibas ini toh mendapat puja-puji… dari sesama politisi Partai Demokrat tentunya. Katanya sebagai bentuk kecintaan kepada rakyat. Hmm…

Karena sebetulnya, index negara gagal (failed states), atau yang sekarang disebut sebagai ‘fragile states’ setiap tahun ada diterbitkan oleh The Fund for Peace.

Baca juga:  13 Komjen Polri Dalam Bursa Calon Kapolri

Walau memang ada penurunan posisi akibat tantangan internal yang luar biasa, dalam Annual Report 2021 FFP (Fund For Peace) di sub-judul “Most Improved Countries” ada disebutkan bahwa,

“…among the ten most improved over the decade are Indonesia
and Timor-Leste, tied for sixth most improved, demonstrating the success the two neighbors have had in moving past their history of conflict.”

Jadi, Indonesia termasuk dalam 10 negara yang dipantau telah melakukan perbaikan-perbaikan dalam dekade (sepuluh tahun) terakhir ini.

Walau memang, sekali lagi, di tengah situasi pandemi global yang melanda seluruh dunia ini, Indonesia bersama dengan semua negara lainnya sedang bergelut keras untuk bisa keluar dengan selamat. Mengatasinya dalam spirit solidaritas mondial.

Baca juga:  Jakarta Lumpuh, Kemana Anies?

Perlu ditekankan bahwa pandemi global ini bukan perkara satu negara saja! Maka penanganannya perlu kerjasama lintas bangsa-bangsa. Sementara di dalam negerinya masing-masing juga tidak bisa terpecah-belah dalam faksionalisasi egosentris yang hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya masing-masing.

Ingat, virus corona ini sama sekali tidak demokratis, ia tidak punya kartu anggota Partai Demokrat atau parpol apa pun. Dia juga tidak menganut agama tertentu, dan juga tidak memuja atau memberhalakan tokoh agama mana pun. Jadi, siapa saja yang kepala batu akan dilabraknya tanpa peduli dan tanpa permisi.

Related Articles