Home » Hikmah di Balik Polisi Palsu Nan Ringan Tangan: Bersabar!!

Hikmah di Balik Polisi Palsu Nan Ringan Tangan: Bersabar!!

by admin
43 views
Polisi Palsu

Opini Publik : radarpublik.net Ini salah satu bukti kerja- kerja profesi tak bisa digantikan oleh profesi lain. Apa tah lagi, cuma mengaku-aku diri anggota Polri, kemudian ringan memukul dan mengancam (akan) menembak orang yang dianggap (cuma) telah bikin jengkel.

Apa yang terjadi kemudian? Dalam status tersangka, ia harus berurusan dengan penyidik Polri.Urusan jadi panjang, masuk ke ranah hukum. Meja hijau pun menanti digelar.

ITULAH nasib Jni (41) alias Jhn. Laki-laki yang karyawan swasta itu adalah warga Kampung Santri, Desa Curuk Barang, Cipeucang, Pandeglang, Banten.

Ia telah mengaku-aku anggota Polri. Tak cuma sebatas itu. Ia diadukan korban, tujuh kali memukul (menganiaya) sambil mengaku anggota Polri dan mengancam akan menembak korban, Mulyadi, seorang pemotor. Korban diam saja ketakutan, tapi diam-diam kemudian mengadukannya ke Polres Lebak, Banten.

KEJADIANNYA berawal dari hal yang remeh-temeh sehingga terasa sangat tak masuk akal bisa membuat Jni bertindak main hakim.Begini kroniknya.

Baca juga:  Diplomasi Senjata Retno+Prabowo Di Tokyo

Pagi itu sekitar jam 08.00, Senin (3/5/21), ia mendorong motor yang kehabisan BBM dari Kampung Pasir Waru, Desa Mekaragung, Cibadak. Ia dibantu dua rekannya, Aji dan Romdani.

Maksudnya, akan mengisi BBM di SPBU Rumbut, Kaduagung, Cibadak, Lebak. Tapi, belum lagi sampai tujuan, sebuah minibus B2841WAC datang menyalipnya dari arah berlawanan. Mulyadi kaget dan perhatiannya tertuju kepada laki-laki yang menyetir Avanza itu.

Selang beberapa saat, Mulyadi sambil mendorong dibantu kedua orang rekannya, sampai di SPBU yang dituju.

Betapa terkejutnya Mulyadi ketika tiba-tiba Avanza silver tadi menyalipnya minggir di sisi kanan depannya. Pintu mobil itu terbuka hingga mengenai bahu kirinya.

Selanjutnya, seorang laki-laki turun dari mobil tersebut yang tak lain adalah laki-laki dengan Avanza tadi menyalipnya.Laki-laki itu kemudian menghampiri Mulyadi seraya berkata, “Saya dari Polda, saya tembak kepalamu!”. Yang diancam membalas, “Silakan Pak, saya orang miskin, mau ditembak juga.” Benar saja, tapi bukan menembak.

Related Articles