Tak hanya itu di kesempatan tersebut dengan tegasnya Ketua RT Sukadi menyatakan ketidaksanggupannya untuk mengumpulkan ataupun menghadirkan warganya melakukan dalam pertemuan-pertemuan terkait keberadaan Pabrik Serabut Kelapa. Sukadi mengaku sudah berkali-kali ajak omong warga, namun hasilnya warga tetap bersikukuh menolak. Dengan kelas disampaikan, kalau untuk perusahaan yang lain tidak masalah asal tidak Pabrik pengolahan Sabut Kelapa.
Untuk diketahui publik dalam
Pantauan media memang ada yang kurang pas dan sedikit mengundang terjadinya debat kusir dalam pertemuan tersebut. Karena argumen dari perwakilan warga lebih tentang persoalan-persoalan yang terjadi dengan pihak pengelola Sabut Kelapa sebelumnya. Sedang pihak investor yang baru memaklumi dan menampung apa yang jadi keluhan warga untuk dijadikan masukan dan bahan evaluasi ke depannya harus bagaimana dalam melakukan kegiatan usahanya nanti.
Pertemuan berakhir masih tanpa kata sepakat, namun Kepala Desa M. Ikhsan dengan Arif dan bijaksananya masih memberikan kesempatan kepada pihak investor untuk bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Salah satunya Pemerintah Desa siap memfasilitasi pertemuan langsung antara warga khusunya yang menolak dengan pihak bakal investor. Kades juga menyanggupi mengundang langsung warga kalau Ketua RT kesulitan mengundang warganya.
(Gus Daff/Tim).
