Subandik selaku ketua LSM GMBI (Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Distrik Banyuwangi Wilter Jatim mengatakan, “Adanya pembangunan gedung SDN 3 Bangorejo kuat dugaan pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB. Di sisi lain saya meyakini adanya dugaan keteledoran dari konsultan perencanaan yang tidak memahami atau meneliti alam sekitar di sana. karena menurut hasil informasi di sana, bahwa tanah labil (bergerak) dan harus menggunakan metode tertentu,” Ungkapnya
Lanjut, ketua GMBI ini menambahkan, “minimnya pengawasan dari konsultan pengawas adanya dugaan kongkalikong antara oknum PPTK Dinas dan konsultan pengawas proyek maupun rekanan. Dan ini sudah menjamur di Banyuwangi dan perlu di ungkap satu persatu,” Ungkap tegas ketua GMBI ini.
Seperti dikutip dari media dinamikaindonesia.co.id Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Melalui Kepala Bidang SD, Ari, Membenarkan proyek tersebut bersumber Dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Ya benar Dari DAK “terang Kabid SD Melalui Pesan WA
Menurutnya, Pengerjaan proyek tersebut pihak konsultan masih bekerja sesuai dengan tupoksinya.
“Konsultan masih bekerja sesuai tupoksinya” ujar ari
Dia menambahkan, pihaknya akan koordinasi terus dengan konsultan pengawas
“kita pantau agar dilakukan pengawasan berkala”. Tutupnya
Hingga berita ini di terbitkan pihak CV Arkan belum Bisa di konfirmasi.
(Tim/Gus Daff)
