“Ada beberapa UMKM yang bergerak dalam usaha yang menggunakan peralatan dan mesin, mengeluhkan kondisi mesin yang bermasalah, karena cukup lama tidak beroperasional dan kendala dengan permodalan saat era New Normal,” ungkap Raden Tedy.
“Adapun, pada pertengah Juli 2020, Kadin Indonesia kembali mengeluarkan hasil survey dengan responden UMKM”.
Hal tersebut dituturkan oleh ketua umum KADIN INDONESIA “Ya kami melakukan Survey kedua pada pertengahan Juli 2020, dimana salah satu hasil yang didapat adanya perbaikan data, dari sebelumnya 83% UMKM berpotensi Bangkrut, menjadi 43% UMKM berpotensi bangkrut. Hal ini bisa jadi dampak berbagai bantuan oleh pemerintah, juga era New Normal, yang membuka peluang UMKM untuk kembali beraktifitas usahanya. Kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan Modal Usaha kepada UMKM,” terang Ir. H. Eddy Ganefo,MM Ketua Umum KADIN INDONESIA.
“Selanjutnya, Menjelang 1 tahun Pandemi COVID-19 di Indonesia, kami kembali melakukan survey sejak Januari 2021, dimana data yang kami dapatkan antara lain, ada 5,4% pelaku UMKM yang mengalamai kebangkrut sebagai dampak Pandemi COVID-19 di Indonesia, masih ada 35,6% UMKM yang berpotensi Bangkrut, ada 38,9% UMKM yang penjualannya menurun sampai dengan 50%, ada 12,8% UMKM yang selama Pandemi COVID-19, tidak mengalami perubahan, namun ada juga yang penjualannya meningkat dimana 4,7% UMKM meningkat mencapai 25% dan 2,6% UMKM penjualannya meningkat diatas 25%,” ungkap Ketua umum KADIN INDONESIA
Sebagaimana diketahui bahwa KADIN INDONESIA dibawah Ketua Umum Ir. H. Eddy Ganefo, MM sangat fokus pada pembinaan dan pengembangan UMKM, dimana terlihat juga selama masa Pandemi COVID-19 ini, cukup banyak peran KADIN INDONESIA didalam merangkul pembinaan dan bantuan pada UMKM serta memberikan masukan kepada Pemerintah.
KADIN INDONESIA juga secara rutin terus memberikan pembinaan dalam pelatihan setiap hari Rabu dalam wadah Bincang UMKM, dari materi yang memberikan motivasi dan semangat pada UMKM, agar dapat bertahan bahkan berpikir keras untuk berjuang agar UMKM tidak terpuruk, sampai pelatihan berbagai startegi agar UMKM tetap Bangkit.
“Selama 20 tahun terakhir, UMKM tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, dimana data hasil survey menyatakan bahwa Dominan UMKM telah mendapat pembinaan oleh Pemerintah. Tentu harus dilakukan evaluasi, apa yang salah. Harusnya dengan pembinaan yang diberikan pemerintah yng telah dirasakan oleh dominan UMKM, berdampak pada perkembangan UMKM, namun kenyataannya tidak. Salah satunya tidak berkesinambungannya pembinaan yang dilakukan,” jelas ketua umum KADIN INDONESIA.
