Beliau melanjutkan, “Maka, sungguh saya telah melihat saudara-saudara seperjuangan saya yang masih muda-muda, mereka mencapai tingkatan hakikat dalam tempo yang sangat singkat sebab mempelajari kitab-kitab hakikat. Hal mana, capaian tersebut tidak mampu dicapai oleh orang-orang tua yang telah bermujahadah 40-50 tahun. Padahal, merekalah yang memasukkan anak-anak muda tadi ke dalam tarikat. Akan tetapi, ketika mereka, orang-orang tua, hanya berkutat pada suluknya dan anak-anak muda tidak hanya mengamalkan suluk tetapi mempelajari dan memahami kitab-kitab hakikat, maka jadilah anak-anak muda tadi bagaikan orang tua (matang) dan orang-orang tua seperti anak muda (belia) dalam masalah ilmu hakikat”.
Syaikh Abdul Karim Al-Jili r.a, masih dalam kitab Maratibul Wujud, menukil perkataaan Syaikh Ahmad Al-Rifa’i r.a, beliau berkata “Pelajarilah ilmu ini (ilmu hakikat) karena jadzabat al-haq (tarikan-tarikan ketuhanan) di zaman kita sekarang sudah sedikit”. Yang dimaksud dengan jadzabat adalah orang-orang majdzub, yakni orang-orang yang kesadaran kemanusiaannya seringkali ditarik oleh Allah sehingga hanya berfokus pada penyaksian terhadap-Nya.
Terkadang, secara lahir tampak seperti orang gila, namun sebenarnya mereka adalah wali-wali Allah. Akan tetapi, tidak berarti setiap orang gila adalah orang-orang majdzub yang mendapatkan tarikan ketuhanan, begitupula tidak semua orang yang majdzub berpenampilan dan berprilaku seperti orang gila.
Orang-orang majdzub ini menurut Syaikh Ahmad Al-Rifa’i, di zaman beliau dahulu sudah sangat sedikit apalagi zaman kita sekarang ini. Sebabnya adalah minimnya kepedulian orang-orang terhadap nafahat Ar-Rahman (hembusan-hembusan ketuhanan), yakni pengetahuan-pengetahun ketuhanan yang Allah ilhmakan kepada para kekasih-Nya.
Akan tetapi, mungkin saja yang dimaksud sedikitnya orang-orang majdzub menurut Syaikh Ahmad Al-Rifa’i r.a adalah sedikitnya dari mereka yang menampakkan diri pada orang lain, bukan karena orang-orang majzub itu sendiri sedikit. Karena, Allah senantiasa bertajalli (bermanifestasi) dengan ragam tajalli kepada hamba-Nya.
Pun juga, Allah senantiasa memperlihatkan kepada makhluk-Nya bekas-bekas dari pengaruh nama-nama dan sifat-sifatNya. Dan orang-orang majdzub adalah orang-orang yang mendapatkan curahan tajalli Al-Haq tersebut, sehingga jumlah mereka tetap banyak sampai akhir zaman.
Para Muhaqqiqin (orang-orang ahli hakikat), menurut Syaikh Abdul Karim Al-Jili, bahkan mengatakan bahwa mempelajari kitab-kitab ilmu hakikat lebih utama daripada mempelajari kitab-kitab selain ilmu hakikat. Karena, ilmu hakikat menjelaskan tentang keesaan Allah dan tidak ada yang lebih utama daripada mengetahui tentang keesaan Allah Swt. Adapun yang lebih utama dari mempelajari kitab-kitab ilmu hakikat adalah bergaul dengan orang-orang ahli hakikat itu sendiri dengan penuh adab dan tatakrama. Wallahu a’lam bisshowab
Sumber: BincangSyariah.com
