Terima kasih saya ucapkan kepada Anick HT. Dengan tekun dan bagus, Anick meringkas 20 judul buku dari total 55 buku karangan saya. Anick juga meringkaskan 4 buku tambahan yang merespon buku saya atau buku bunga rampai.
Hasil kerja Anick HT adalah buku yang unik. Ia buku kumpulan ringkasan buku. Kumpulan ringkasan buku pun dapat dikemas menjadi sebuah buku yang lain.
Dari 55 buku yang pernah saya tulis, (20 buku diringkas dalam buku ini), ada tujuh buku yang saya utamakan. Ia utama karena rekaman batin saya yang lebih dalam. Atau ia utama karena kandungan informasinya.
Pertama, buku Spirituality of Happiness, Spiritualitas Baru Abad 21, Narasi Ilmu Pengetahuan.
Buku ini renungan 40 tahun pengalaman saya hidup di dua dunia. Agama dan spiritualitas begitu dalam menyentuh. Saya berkelana mendalami Islam, Kristen, Budha, Hindu. Juga saya sampai pada Khrisnamurti, Osho, Swami Vivakananda, Ade Melo, Dada J Vaswani, Theosophy, Subud hingga Ki Ageng Suryamentaram.
Di sisi lain, saya pun terpesona dengan filsafat, arkeologi, postive psychologi dan Neuroscience. Aneka samudera pengetahuan ini acapkali membongkar mitos dan ilusi sebagian paham agama.
Buku Spirituality of Happiness menjadi semacam sintesa. Pentingnya hidup bermakna dan bahagia. Namun psikologi positif dan neuro science sudah menyeleksi mindset dan habit yang membuat kita bahagia.
Apapun agama, asal negara, etnis, gender, tingkat pendidikan, status ekonomi, semua individu dapat hidup bermakna dan bahagia jika menerapkan mindset dan habit 3P + 2S.
Itulah intisati buku Spirituality of Happiness. Prinsip 3P + 2S itu, kita akan hidup bermakna dan bahagia jika memiliki Personal Relationship (hubungan personal yang hangat). Positity (hidup yang selalu melihat sisi positif). Passion (berkerja dengan cinta). Small Winning (menciptakan kemenangan kecil). Dan Spiritual Blue Diamond (hidup dengan kebajikan, power of giving dan merasa satu dengan alam semesta).
Kedua, buku Membangun Legacy: 10 P untuk Marketing Politik, Teori dan Praktek.
Buku ini refleksi pengalaman 17 tahun menjadi konsultan politik. Setelah ikut memenangkan 4 kali pilpres berturut-turut (2004, 2009, 2014, 2019), 36 gubernur di seluruh pulau, 86 bupati/walikota, saatnya saya membagi pengetahuan.
Saya pun menyusun ulang marketing politik dalam formula 10 P. Sebagian pakar menyebut ini sebagai Denny JA’s Law of Political Marketing.
10 P itu Pro-Innovation, Public Opinion, Polling, Profiling, Positioning, Product, Push Marketing, Pull Marketing, Post Election dan Political Legacy.
Buku itu membawa isu penting. Bahwa target tertinggi seorang pemimpin bukan terpilih dalam pemilu/pilkada. Target tertinggi seorang tokoh, Ia harus membangun political legacy.
Ia harus meninggalkan legacy, warisan, perubahan untuk perbaikan hidup masyarakat.
