Jakarta :radarpublik.net – Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk melakukan impor beras.
Pasalnya Indonesia adalah negara agraris yang didominasi dengan petani yang menghasilkan beras. Selain itu, alasan APPSINDO kecewa adanya penegasan dari Bulog bahwa persediaan beras masih cukup untuk keperluan rakyat Indonesia.
“Sebagai organisasi yang fokus pada pasar induk tentu kami kecewa. Kami yang tau pasar, selain pasar akan rusak dengan impor, kami juga kasian sama rakyat,” ungkap Ketua Penasehat Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Tjandra Setiadji di Jakarta.
- DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
- Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
- DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
- DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target
- DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T
Andy sapaan akrabnya itu memaparkan pemberitaan Kepala Bulog yang dengan tegas mengatakan bahwa masih banyak stok impor beras yang belum kepakai.
“Tidak masuk di akal kalau Kepala Bulog bilang masih banyak stok bahkan hasil impor sebelumnya masih belum kepakai tapi masih mau impor lagi,” sambung Andy yang juga Praktisi Hukum itu.
Lalu ia meminta Presiden Jokowi untuk menindak anah buahnya yang memaksakan impor tersebut. Karena menurutnya, kebijakan itu akan merusak citra Jokowi.
“Asal usul ide impor dari kementerian apa, saya yakin Pak Jokowi akan menindak dan harapan kami harus ditindak,” ujar Andy, Dewan Penasehat IMO-Indonesia itu.
