Sementara itu, salah seorang pelanggan warga Dusun Nganjukan Desa Karangsari yang enggan di sebutkan jati dirinya mengatakan , bahwa AG (inisialnya,red) bersama warga lainya sering mengeluhkan debit air yang mengalir ke rumah warga sangat kecil.
” Air yang mengalir ke rumah-rumah kami sangat kecil, sehingga kami bingung untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau saya masih ada sumur,tapi kasihan warga yang tidak punya,” Ucapnya.
Sekedar di ketahui, tandon air milik PUDAM cabang Genteng yang bersumber dari anggaran negara bernilai ratusan juta rupiah dari Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi tersebut mengaliri sekitar seribu lima ratus ke warga Dusun Nganjukan serta sejumlah wilayah lainya di Desa Karangsari Kecamatan Sempu.
Seperti di kabarkan sebelumnya sebuah bangunan tandon air milik PUDAM (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Kabupaten Banyuwangi di belakang Kantor Kecamatan Sempu meresahkan warga. Sejak di bangun oleh pihak kontraktor setahun lalu, nyaris tidak dapat di fungsikan karena bangunan bocor tidak bisa menampung air.
