Bagaimana tidak, tahun lalu saja, sektor perdagangan komoditas menyumbang 4,5% PDB Singapura (atau SGD 20,3 milyar) mempekerjakan sekitar 15 ribu karyawan.
Semasa kejayaannya dulu, kabarnya Hin Leong Trading inilah yang jadi bohirnya Petral (perusahaan trading-nya Pertamina sebelum dibubarkan Jokowi). Katanya bermodal dengkul Petral dapat fee dari Hin Leong Trading selama mengimpor (dagang) minyak via mereka.
Juga gara-gara Petral dibubarkan oleh administrasi Jokowi, plus gonjang-ganjingnya harga minyak dunia sejak 2018 membuat Hin Leong Trading merugi terus. Lalu kalah pula dalam future-trading sampai 800 juta dolar. Ditimpa lagi dengan stagnasi gerak ekonomi yang membuat stok minyaknya menyusut sampai 50%, itu pun terpaksa dijual dengan diskon besar supaya ada aliran kas. Kabarnya Cuma dijual 30?ri harga beli, terjungkallah bisnis modelnya.
Beban yang sangat berat memang. Dan itu, disamping soal akhlak, telah membuat Hin Leong Trading akhirnya terjerumus dalam kejahatan akuntansi (accounting fraud) yang telah disinggung di depan tadi.
Dulu di awal tahun 2015, dalam laporan ekonominya, Okezone.com pernah mengatakan, bahwa hubungan Ari Sumarno (Saat menjabat Dirut Petral) dan Daniel Purba, wakilnya yang katanya cukup dikenal di kalangan mafia migas, semua solar impor dibeli dari Hin Leong Ltd.
Daniel kabarnya adalah kolega Hin Leong yang menuntun Ari, melalui Petral, berbisnis dengan pemain minyak terbesar Singapura itu. Disebut juga bahwa, “…dalam menjalankan usahanya, Hin Leong tak mengharamkan pembelian solar selundupan dari Indonesia dengan harga murah, bahkan kerap menaikkan harga Mean of Plats Singapore (MOPS) sehingga merugikan Indonesia.” Duh!
Lantaran nama Petral terkait dengan kebangkrutan raksasa sekelas Hin Leong Trading, kita pun jadi bertanya-tanya, selama ini sudah berapa besar duit yang disikat para mafia migas lewat selundupan maupun importasi migas?
Sekarang, tatkala berkas-berkas Hin Leong Trading jadi dibongkar-bongkar oleh otoritas, apakah catatan-catatan tentang aliran barang dan duit haram itu bakal terbongkar pula?
KITA TUNGGU SAJA EPISODE BERIKUTNYA.
Selasa(19/05/2020)
Oleh: Andreas Vincent Wenas
