Dan saat ini tenaga pengajar berasal dari Biodesi Society Purwokerto serta Pendamping Kehutanan Perhutani Argowilis Sokawera Cilongok, sehingga masih sangat kurang untuk tenaga pendampingan mengajar.
Para siswa di MTs Pakis selain menerima pelajaran formal, mereka juga diajari bagaimana cara berkebun dan bertani yang baik, selain itu terdapat pula konservasi Elang Jawa yang saat ini mulai punah.
Eddy Wahono pembina Forum Relawan Lintas Organisasi Banyumas Raya (FORTASI) menyambut baik rencana Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Yudha Airlangga, S.E, yang akan menugaskan anggotanya menjadi tenaga pengajar, karena kondisi Mts Pakis sangatlah membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.
“Letak geografis MTs Pakis yang berada di lereng gunung Slamet sangat sulit mendapatkan signal internet. Saat puncak wabah Covid-19 awal Agustus 2020 Group Pers dan Mitra kerja kabupaten Banyumas menginisiasi bantuan 35 unit handytaiser (HT) dan waktu itu didukung pemasangan perangkat radio pancar ulang UHF oleh Organisasi Radio Indonesia (ORARI) Lokal Banyumas dipasang pada tower milik Pemda Banyumas yang dipinjam Orari lokal Banyumas di Cipendok Kecamatan Cilongok. Namun hanya berlangsung sampai awal bulan Desember 2020 karena Radio Pancar Ulang milik Orari Lokal Banyumas mati.”, jelasnya.
(Dafid)
