Lebih lanjut Naris menambahkan “Produk ini dibuat berdasarkan observasi dan pengumpulan issue atau permasalahan di lapangan dengan berkomunikasi dengan mitra secara langsung bahwa pemupukan pada lahan pertanian selama ini masih belum efektif dan efisien,
“sehingga kami menciptakan alat yang kami namai SI PRAKTIS (Sistem Penyiraman Pertanian Otomatis) yaitu suatu alat yang dapat memudahkan mitra dalam melakukan penyiraman, terutama penyiraman pupuk, vitamin, pestisida, dan nutrisi lainnya dengan sistem penjadwalan secara otomatis dengan program arduino dan dikemas dengan seefisien mungkin agar dapat dioperasikan secara mudah oleh mitra,” Ungkap Naris Kepada Media
Di tempat terpisah Carenza, ketua Tim 8 yang juga merupakan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Poliwangi, menjelaskan alat ini juga dirancang untuk medan berair dan berlumpur serta dengan menggunakan aki yang dapat digunakan selama kurang lebih satu bulan.
“Alat ini memiliki kelebihan yakni alat ini dapat di terapkan di berbagai sektor dan berbagai jenis tumbuhan,” Terang Singkatnya kepada media.
(Gus Daff)
