Lebih lanjut menurut Toha, lebih disayangkan lagi sikap IGG. Sebenarnya dalam persoalan ini pihak IGG tidak boleh diam. Pihak IGG harus terbuka kepada siapa saja dan menjelaskan soal pengerukan tanah milik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Jangan sebaliknya, justru malah tertutup. Saya baca dibeberapa media jika beberapa nomor wartawan di blokir. Menurut kami ini justru membuktikan pihak IGG sengaja menutup diri dari kenyataan.
“Kurang etis lah dan kurang baik lahh, jika sekelas Pak Guntur Kabag SDM IGG memblokir nomor Whatsap teman – teman wartawan,” Cetus Toha.
Dalam persoalan ini, kata Toha, dirinya bersama warga Glenmore mengancam akan berkirim surat ke Direksi PTPN XII dan kementrian BUMN.
“Kita akan berkirim surat ke Direksi PTPN XII dan kementrian BUMN,” Pungkasnya.
Namun sayang, lagi -lagi hingga kini awak media belum bisa mendapat konfirmasi dari Guntur Kabag SDM dan Dirut IGG. Bahkan beberapa nomor awak media di blokir.
(Gus Daff/IGP)
