“Kami yang terdampak langsung, karena lapak usaha kami ada didalam pasar, lebar trotoar ini menyulitkan akses parkir, serta menimbulkan konflik antar pedagang yang didalam dan pedagang diatas trotoar nantinya,” Kata AH, seorang pedagang dalam Pasar Banyuwangi.
AH melanjutkan, “Bagi kami bukan trotoar yang di perlebar, seharusnya pasar induknya yang harus di bongkar dan di bangun kembali menjadi pasar modern supaya Banyuwangi tidak ketinggalan dengan pasar daerah lainya,” ujar dan harapnya.
Sementara menurut Tomi seorang pengendara, ” bingung mas, dengan kebijakan Pemkab, khususnya Dinas Bina Marga, kenapa jalan utama yang di persempit, kan jadi bingung mau parkirnya,” katanya dengan nada kesal.
Hingga berita ini di terbitkan belum ada pihak terkait yang bisa di konfirmasi
(Tim)
