• Latest
  • Trending
Pantai BOOM

PANTAI BOOM BANYUWANGI MILIK UMUM ATAU PELINDO..??

28 April 2021

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target

11 November 2025

DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T

11 November 2025

DPRD Kota Malang Gelaran Rapat Paripurna, Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026

11 November 2025

DPRD Malang Kota Setujui Rancangan Perubahan APBD

11 November 2025

Fraksi PDIP, PKB, PKS Kota Malang Sampaikan Pandangan Menohok Soal RAPBD 2026

11 November 2025

Semua Fraksi DPRD Malang Kota Soroti Polemik BPJS

11 November 2025

DPRD Kota Malang Soroti Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Dalam RAPBD 2026

11 November 2025

DPRD Kota Malang Mendorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

11 November 2025

Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Melantik 600 Pengurus Ranting SH Terate se-Bojonegoro

11 November 2025
RADAR PUBLIK
Minggu, Maret 1, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir
No Result
View All Result
RadarPublik
No Result
View All Result

PANTAI BOOM BANYUWANGI MILIK UMUM ATAU PELINDO..??

by admin
28 April 2021
in Opini
2
Pantai BOOM

Opini Publik : radarpublik.net – Pantai BOOM Banyuwangi yang terletak di wilayah antara Kelurahan Mandar, Kepatihan, Lateng merupakan dahulunya pantai publik yang semua Masyarakat Banyuwangi dapat menikmati secara secara leluasa karena bagian dari lingkungan berkehidupan sehari-hari, hanya pada waktu ada kegiatan “hiburan” saja, untuk memasuki pantai ini dipungut tiket masuk. Pantai ini juga sudah menjadi bagian kehidupan “Masyarkat Adat” sekitara Pantai Boom, di mana pantai dan pesisirnya merupakan topangan dan tumpuan kehidupan/lingkungan masyarakat nelayan sekitar sejak jaman dahulu kala sebelum kemerdekaan, terutama Kampung Mandar dan Melayu karena asal-usul kekerabatan nenek moyang yang masih ada pertalian persaudaraan.

Kehidupan Adat dan kewilayahan Adat terbagi secara teretorial hukum, yang dapat dianalisis secara dokumen sejarah. Dokumen yang tersimpan maupun yang terpublikasi di media, menggambarkan foto-foto sejarah dari waktu ke waktu, wilayah Pantai BOOM terbagi atas wilayah bidang kepemilikan Hak Tanah Yasan/masyarakat umum dan Property Aset (infrastruktur) Peninggalan Jaman Belanda. Hak wilayah masyarakat adat terdiri adanya bidang lahan yang digunakan sebagai usaha rakyat, berupa pergudangan dan usaha kecil para nelayan maupun bongkar muat perdagangan, juga penggunaan dermaga yang berbeda peruntukan. Misalkan di Kolam Basin depan Gedung Peninggalan Belanda digunakan Gudang Lloyd, terdapat 3 Dermaga pelabuhan bongkat yang teruat dari kayu, sebelah Timur bongkar perdagangan masyarakt, sebelah Barat untuk Nelayan, Selatan (Depan Lloyd merupakan peruntukan Pabrik Kopra, Sebelah Utara menuju keluar Kolam Basin (arah Laut Selat Bali)

YOU MAY ALSO LIKE

Komisi Informasi Diduga Membangkang ,PKN Aksi Demo

Jokowi, Greenpeace dan Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab!

Bagian Ujung Pantai Boom (Timur), merupakan pelabuhan kapasitas sedang, yang digunakan untuk pelayanan pelayaran antar Pulau, bahkan pemberangkatan Jemaah Haji (sebelum kemerdekaan) dari Banyuwangi, juga berangkat dari Pantai Boom ini. Sisi timur dari pelabuhan Haji, tetap terjaga sebagai pantai publik yang dinikmati secara leluasa oleh masyarakat, bahkan di daerah tersebut dibangun beberapa fasiltas/wahana hiburan oleh Pemerintah Banyuwangi (80an). Disisi pantai publik ini, selain menurunkan tangkapan ikan nelayan, juga nelayan mencari bibit/benur lobster dengan cara “Nyotok” dan berkembang budaya hitung nener/benur sambil bernyanyi di Kampung Melayu/Mandar.

Terdapat peninggalan pabrik pengolahan minyak kopra jaman Kolonial di depan Kolam Basin (Lloyd), dikenal di masyarakat dengan Pabrik Nabati, yang jaringan rel kereta apinya mulai dari Pantai Boom, Naga Bulan/Tukang Kayu, Kabat, Rogojampi. Yang kemudian gudang-gudang tersebut menjadi bangunan mati yang sempat dimanfaatkan menjadi sarana olah raga masyarakat, untuk bermain volley dan badminton oleh pemuda dan karang taruna masyarakat sekitar Boom.

Post Views: 85
Page 1 of 2
12Next
Tags: Kampung MandarOpini PublikPantai Boom
Share196Tweet123Share49

Search

No Result
View All Result

Recent News

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Recent News

  • DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
  • Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
  • DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
  • BOX REDAKSI
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • KODE ETIK INTERNAL / PERUSAHAAN
  • Sop Perlindungan Wartawan
  • Kontak
  • Cara Beriklan

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir

© 2025