Hal tersebut kiranya menjadi pemikiran kita semua sebagai pelaku Jasa Konstruksi Nasional untuk bersama-sama dapat mencari jalan keluar dan win win solution bagi kita semua, dan jangan lagi Masjakon menjadi korban akibat pergantian pejabat dikementerian yang sudut pandangnya berbeda-beda, ujar Bahtiar mengawali sambutannya.
Bahwa dengan segala keterbatasan dan menurunnya sektor konstruksi khususnya kalangan swasta dan sektor lainnya secara global akibat pandemi COVID-19 ini, sudah seharusnya pemerintah melalui kementerian PUUR seharusnya jeli dan peka serta memiliki kepedulian dan empati yang tinggi pada Masjakon yang tidak lain merupakan Mitra, Keluarga yang sekaligus binaannya sendiri, terang Bachtiar
Untuk diketahui, bahwa selama 20 Tahun sejak UU No. 18 Tahun 1999 Masjakon secara mandiri telah sukses menyelenggarakan layanan Jasa Konstruksi tanpa menggunakan anggaran negara, kini semua berbanding terbalik kewenangannya diambil alih Kementerian PUPR yang akan menggunakan anggaran negara yang jumlahnya tidak sedikit ditengah sulitnya situasi ekonomi dan keuangan negara akibat pandemi. terang Bachtiar seraya terheran-heran.
Belum lagi dampaknya terhadap Masjakon yang kehilangan peluang, pendapatan serta pekerjaan. Tidak hanya itu, bahwa angka tersebut masih akan terakumulasi karena mereka semua adalah tulang punggung keluarga yang tidak berpenggasilan seperti ASN PUPR !
Akibat kebijakan kementerian PUPR Masjakon Indonesia merasa sangat-sangat dirugikan, rasanya hal itu yang menjadi dasar berbagai pihak melayangkan gugatan terhadap kebijakan Kementerian PUPR melalui UU No. 2 Tahun 2017 tersebut.
Sudah seharusnya kementerian PUPR melakukan Extra Ordinary sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo”, dalam hal ini kaitannya dengan masjakon adalah dengan menjaga stabilitas regulasi untuk dapat menghadirkan kepastian serta kondusifitas, Tegas Bachtiar !!!
Sementara, Dr. Ir. Jimmy S. Juwana, MSAE kepada Masjakon menyampaikan bahwa dirinya mendengar banyaknya keluhan-keluhan dan merasa diperlakukan tidak adil terutama dari rekan-rekan yang bergerak di elektrikal.
