Kemudian ada layanan jaminan kematian kecelakaan kerja dan jaminan kematian guru Ma’arif. Program ini bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut berjalan cukup baik. Hingga per Januari ini, sudah ada 345 lembaga dengan 2.000 guru yang sudah terdaftar. “Sehingga guru-guru Maarif di Banyuwangi yang sudah terdaftar itu jaminan sudah ditanggung oleh BPJS ketenagakerjaan, ” lanjut tokoh yang akrab disapa Gus Zaki tersebut.
Sedangkan Ma’arif Studio, dia menambahkan, baru didirikan tahun 2020 ini. Program itu bermaksud agar Ma’arif ke depan mempunyai divisi online. Tema yang dibahas mengangkat seputar potensi yang ada di lembaga-lembaga di bawah naungan PC NU. “Info lengkapnya, klik saja LP Ma’arif Bangkit atau ketik LP Ma’arif NU Banyuwangi,” sebutnya.
Gus Zaki juga menerangkan, di PC NU Banyuwangi, SK Ma’arif tidak hanya sebatas SK saja, tapi bisa mendapatkan fasilitas kesehatan di RS NU Banyuwangi. Kalau opname di RS NU fasilitas VVIP tanpa ditanggung biaya. Layanan lain yang menjadi kebutuhan guru di lingkungan Ma’arif Banyuwangi, seperti memfasilitasi izin UMK, perpajakan, NPWP, termasuk IMB sekolah.
Sebagai informasi, PC LP Ma’arif Banyuwangi menaungi sekitar 554 lembaga sekolah yang tersebar di 25 Ancab ( anak Cabang) Ma’arif. Mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Jumlah guru tercatat dengan SK sekitar 6.320 guru, dan siswa yang terdaftar sebanyak 87 ribu lebih. “SK Ma’arif di sini juga bisa dibuat jaminan perbankan. Kemarin, rekornya di BRI Muncar sampai ada yang Rp 80 juta, ” ungkap Gus Zaki.
(*/tim)
