LP Ma’arif Kencong yang menaungi 108 lembaga sekolah dengan jumlah guru dan pengurus hampir mencapai 2.000 orang ini tersebar di lima anak cabang (ancab). Ke depan, dia berkeinginan ada usaha yang mengadopsi Ma’arif Shop Banyuwangi. “Nanti kami berkoordinasi dengan produsen dan distributor yang mau bekerja sama. Jadi kebutuhan kita disediakan oleh kita untuk kita,” terang Halim.
Program unggulan lainnya, kata dia, seperti BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi untuk guru-guru, serta pengurus Ma’arif. Ini akan menjadi prioritas utama di Kencong dalam jangka ke depan. Untuk siswa, lanjut dia, ada program yang namanya Bisma, yakni semacam beasiswa di lingkungan lembaga Ma’arif bagi siswa yang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik.
Tak hanya itu, juga ada program bagi para Tahfiz Quran yang menjuarai beberapa event. Mewujudkan hal itu, pihaknya akan bersinergi dengan lembaga lain seperti Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqih Nahdlatul Ulama (Lazisnu), serta sponsor lain untuk membackup dan membiayai beasiswa seperti Bisma Ma’arif Banyuwangi. “Kami presentasi masing-masing program, kemudian kunjungan. Insyaallah dari Banyuwangi juga akan membalas kunjungan ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua PC LP Maarif Banyuwangi Zaki Al-Mubarok menuturkan, mulai 2020 pihaknya sudah membuat badan usaha Ma’arif NU. Nantinya, lewat usaha tersebut Ma’arif bisa menjadi lembaga yang mandiri tanpa memberatkan lembaga, juga tanpa bergantung pada pemerintah. Maka badan usaha tersebut diwujudkan dalam bentuk Ma’arif Shop, semacam usaha ritel yang dimiliki oleh Ma’arif. “Meski belum besar, tapi hasilnya sudah bisa dirasakan dengan bisa membeli mobil APV untuk operasional, dan membiayai operasional kantor, termasuk listrik dan lainnya,” ucapnya.
