Menteri juga menyampaikan bahwa pembangunan ini guna mengurangi ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur di Indonesia.
“Kami merelokasi ibu kota negara dari Jakarta di Jawa ke Kalimantan Timur, tujuan utamanya adalah untuk menggeser pusat pembangunan dari Jawa ke tengah Indonesia dan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia,” kata Menteri Suharso.
Ibukota Negara nantinya, dirancang untuk menjadi kota berkelanjutan sekaligus salah satu penggerak ekonomi Indonesia di masa depan dan menjadi simbol jati diri bangsa. Selain itu, IKN juga direncanakan untuk mendorong inklusivitas, mengadopsi prinsip kota pintar dan pendekatan ramah lingkungan, serta membuka peluang inovasi dan investasi dari sektor swasta.
- DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
- Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
- DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
- DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target
- DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T
Pembangunan IKN ini, menurut Menteri akan menghasilkan konsep kolaborasi pembangunan tiga kota yakni IKN, Balikpapan, dan Samarinda. Kerja sama tiga kota tersebut kemudian akan menjadi pemicu pembangunan Indonesia Timur ke depannya.
“Dalam lima tahun pertama, pembangunan akan difokuskan pada Central Government Core. Core ini tersebut diharapkan siap untuk tahap pertama relokasi pada tahun 2024. Namun, saya yakin pembangunannya akan berlanjut hingga 40 hingga 50 tahun ke depan, bahkan hingga seratus tahun dari sekarang. Kota ini akan siap untuk inovasi baru, untuk generasi baru,” tambah Menteri.
(Daff)
