Sektor WASH merupakan komponen penting dari penanggulangan Covid-19 di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, dalam upaya perubahan perilaku higienitas nasional yang Pemerintah Indonesia harapkan akan membawa manfaat jangka panjang tidak hanya dari mitigasi Covid-19 tetapi dari penyakit dasar lainnya yang ditularkan melalui kondisi WASH yang buruk ini.
“Pandemi ini telah menyoroti WASH tidak hanya sebagai langkah garis depan untuk kesehatan tetapi juga sebagai komponen penting dari pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Namun, kami tidak dapat mencapai SDGs tanpa upaya konvergen di antara pemangku kepentingan yang berbeda, baik di tingkat lokal maupun global. Oleh karena itu, Indonesia dengan senang hati bergabung dalam kemitraan ini sejak tahun 2017 dan telah aktif berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi sejak saat itu,” tambah Kepala Bappenas.
Kepala Bappenas juga menambahkan, saat ini adalah masa-masa yang penuh tantangan bagi kita semua secara individu dan bagi sebuah Negara. Seperti yang kita dengar hari ini, WASH ada pada hubungan antara kesehatan masyarakat dan ekonomi, dan sangat penting untuk mengatasi krisis iklim serta menyediakan akses pasokan air bersih dan sanitasi yang dikelola dengan aman serta memfasilitasi pola praktik kebersihan yang baik melindungi orang dari Covid-19 dan membantu melindungi perekonomian di sebuah Negara.
- DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
- Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
- DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
- DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target
- DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T
“Pada akhirnya, jika kita benar-benar menginginkan akses universal ke WASH, maka kita perlu langkah nyata Pemerintah untuk memprioritaskan sektor ini, untuk memberikan kepemimpinan politik yang kuat dari tingkat tertinggi, dan kita membutuhkan pengawasan politik yang konsisten selama beberapa tahun. Inilah yang telah dilakukan negara-negara sukses untuk mencapai akses universal air bersih,” lanjut Menteri Suharso.
Oleh karena itu, dalam semangat dan komitmen untuk mencapai tujuan SDGs, Menteri Suharso Monoarfa mendorong semua pihak yang terkait sektor WASH untuk lebih bertanggung jawab atas sektor WASH dan juga diharapkan mau berbagi dan belajar dari pengalaman negara masing-masing, dan untuk memperbarui dan memperkuat komitmen terhadap penyediaan air dan sanitasi untuk semua.
“Indonesia terus berkomitmen untuk menyelenggarakan program-program yang akan menginspirasi dan memperbarui komitmen untuk pencapaian SDGs di bidang air dan sanitasi dengan menyediakan forum yang menampilkan cara-cara baru dalam berbisnis, memungkinkan diskusi yang bermakna tentang masalah-masalah sulit yang membayangi, dan dengan memulai sebuah dialog peer to peer global yang dapat mengubah bisnis seperti biasa di sektor ini,” tutup Menteri Suharso.
(Dafid)
