Soal agenda politik di Pilkada Serentak 2020 dan Pemilu 2024, biarlah rakyat yang menilai, mana saja yang dengan simpatik membantu pemerintahan yang sah saat ini dalam memperjuangkan keselamatan bangsa keluar dari prahara Covid19. Bukan mana yang paling nyinyir dan malah menghina Kepala Negara.
Kita isolasi dulu kebencian dan dendam di hati (kalau ada), dan lockdown mulut serta jari untuk tidak menghina dan nyinyir. Ini saatnya bersatu, kita sedang menghadapi musuh bersama. Ingatlah virus itu tidak pegang paspor dan bukan kader partai. Jadi dia tidak pandang bulu, semua bisa dihajarnya. Banyak anak bangsa yang sudah jadi korban, kasihanilah mereka juga keluarga dan handai taulannya.
Kritik sih boleh saja, sampaikanlah dengan argumen-argumen yang masuk akal. Bukan menghina simbol negara, nanti aparat negara yang akan bergerak. Mungkin pribadi yang dihina tidak ambil pusing, tapi proses hukum khan terus berjalan. Bisa repot jadinya.
Ayolah Pak Fadli Zon, Pak SBY, Pak Anies, Pak Said Didu, Pak JK, Para Ketum Partai dan Para Tokoh Agama dan Ormas yang terhormat, sebagai tokoh panutan sama-sama memberi contoh. Beri contoh bagaimana membantu pemerintahan yang sah sekarang ini bisa menyelamatkan bangsa Indonesia ini keluar dengan selamat dari bencana wabah Corona.
Mulai saja dari gerakan tutup mulut dan tidak nyinyir. Kalau ada kelebihan rejeki, bisa salurkan bantuan langsungnya ke rakyat. Jangan lupa pakai masker, lakukan saja dengan senyap. Silence is golden! …diam adalah emas.
Kita galakan semboyan, “Katakan Tidak Pada Kenyinyiran!” Setuju?
Demi rakyat banyak. Bersama kita bisa!
Senin (06/04/2020)
A(Sekjen Kawal Indonesia – Komunitas Anak Bangsa)
