Ketua LSM PEMANTIK Rahman Suwandi, mengatakan “menyorot pekerjaan beton ruas jalan Ongkoa-Puntondo yang diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar, dari kondisi yang terpantau dan terlihat banyaknya retakan dan bahkan pecahan memanjang di sepanjang jalan ruas beton tersebut, kami sangat berharap kepada semua pihak terkait untuk turun ke lapangan melihat kondisi jalan ini , kuat dugaan bahwa kwalitas cor yang dipakai itu tidak sesuai standar yang ditentukan, “tutupnya.
Ketua LSM Pasir Putih yang akrab disapa Baim juga ikut angkat bicara, “Pekerjaan project ini kami nilai sangat mengabaikan kualitas karena terbukti baru saja dikerjakan namun sudah terjadi keretakan.
Semoga semua pihak yang peduli akan kerugian Negara bersatu padu mengusut tuntas persoalan betonisasi ini sampai keakarnya agar menjadi pembelajaran untuk pembangunan selanjutnya, “tuturnya.

Kami juga sudah melakukan konfirmasi kepada salah seorang pengawas dilapangan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “terkait pekerjaan betonisasi ini tidak ada penyiraman dan tidak memakai Polytene (plastik cor) mungkin sekitar dua ratusan meter pak’ dan juga masalah kendaraan yang lewat, karena baru tiga hari sudah dicor sudah ada mobil yang lewat, “ucap dia.
Terkait pekerjaan jalan betonisasi di Desa Laikang yang di duga ada kejanggalan, hal ini ke tiga LSM di Kecamatan Mangarabombang, akan melakukan, koalisi aksi demonstrasi dan akan lanjut melaporkan ke pihak aparat penegak hukum (APH)
karena kami menduga pekerjaan tersebut di Mark Up.
(Sainuddin Tuan Sore)
