Partai Demokrat pun kisruh. Singkat cerita, AHY lalu sowan ke JK. Silaturahmi katanya. Lalu ada kasus terbongkarnya mafia tanah rumah DP 0 rupiah, dan Anies (yang ‘anak-emas’ JK) pun terpojok. Sambil tentunya menyeret-nyeret nama Ketua DPRD DKI Jakarta serta Banggarnya.
Ada isu bahwa kasus tanah rumah DP 0 rupiah ini sebetulnya sedang diproses oleh Bareskrim Polri, tapi entah kenapa tiba-tiba diambil alih oleh KPK? Semoga saja KPK bisa menuntaskannya sampai ke akar-akarnya.
Kita lalu juga membaca ada segerombolan teroris yang ditangkap di Makassar (kabarnya terkait dengan FPI), mereka pun digelandang ke Jakarta oleh BNPT.
Lalu RJ Lino (juga ‘anak-emas’ JK) yang telah 5 tahun jadi tersangka akhirnya ditangkap KPK. Terhadap hal ini JK angkat bicara, bahwa selama lima tahun itu KPK belum bisa menangkap lantaran tidak ada bukti. Hmm…
Agak aneh sebetulnya, karena status penetapan sebagai tersangka (dalam proses penyidikan) KPK semestinya sudah adanya dua alat bukti.
Kasus Richard Joost Lino yang mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II adalah perkara korupsi dalam pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC). Ia diduga merugikan negara Rp 50,03 miliar berdasarkan laporan audit investigatif BPKP tahun 2010 Nomor: LHAI-244/D6.02/2011 pada 18 Maret 2011.
