• Latest
  • Trending
EVOLUSI SEORANG PENULIS: Dari Kemampuan Narasi Hingga Perpustakaan Digital

EVOLUSI SEORANG PENULIS: Dari Kemampuan Narasi Hingga Perpustakaan Digital

29 Januari 2021

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target

11 November 2025

DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T

11 November 2025

DPRD Kota Malang Gelaran Rapat Paripurna, Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026

11 November 2025

DPRD Malang Kota Setujui Rancangan Perubahan APBD

11 November 2025

Fraksi PDIP, PKB, PKS Kota Malang Sampaikan Pandangan Menohok Soal RAPBD 2026

11 November 2025

Semua Fraksi DPRD Malang Kota Soroti Polemik BPJS

11 November 2025

DPRD Kota Malang Soroti Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Dalam RAPBD 2026

11 November 2025

DPRD Kota Malang Mendorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

11 November 2025

Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Melantik 600 Pengurus Ranting SH Terate se-Bojonegoro

11 November 2025
RADAR PUBLIK
Sabtu, Februari 28, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir
No Result
View All Result
RadarPublik
No Result
View All Result

EVOLUSI SEORANG PENULIS: Dari Kemampuan Narasi Hingga Perpustakaan Digital

by admin
29 Januari 2021
in Opini
0
EVOLUSI SEORANG PENULIS: Dari Kemampuan Narasi Hingga Perpustakaan Digital

Opini Publik : radarpublik.net – Sekitar 70 ribu tahun lalu, sekumpulan homo sapiens, nenek moyang awal manusia modern, tak banyak berbeda dengan komunitas hewan Bonobo dan Simpanze. Berdasarkan riset mutakhir, homo sapiens memiliki kemiripan DNA dengan dua hewan itu hingga 99 persen. (1)

Saat itu, 70 ribu tahun lalu, manusia masih berkeliaran telanjang di hutan. Melompat- lompat di pohon. Bersembunyi di gua. Berkomunikasi seadanya. Tak banyak beda dengan hewan Bonobo dan Simpanze.

YOU MAY ALSO LIKE

Komisi Informasi Diduga Membangkang ,PKN Aksi Demo

Jokowi, Greenpeace dan Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab!

Ketika menghadapi bencana alam dan penyakit, daya tahan manusia ketika itu juga tak banyak beda. Bahkan jika terlibat perkelahian antara sekelompok awal homo sapiens dengan Simpanze, besar kemungkinan nenek moyang kita yang punah.

Tapi mengapa 70 ribu tahun kemudian, Homo Sapiens begitu berubah? Manusia kini menjadi penguasa bumi. Sementara hewan Bonobo dan Simpanze tetap telanjang berkeliaran di hutan.

Kini manusia menciptakan gedung pencakar langit, pabrik frozen food, hingga pesawat luar angkasa. Namun hewan Bonobo dan Simpanze masih sembunyi di belukar. Kadang mereka berjingkrak- jingkak.

Dimana beda asasi homo sapiens dengan Hewan Bonobo dan Simpanze yang memiliki 99 persen kesamaan DNA? Perbedaan 1 persen DNA itu ternyata membuat beda segala. Ternyata 1 persen ini asal muasal peradaban.

Sejarahwan dan pemikir soal Yuval Noah Harari mengatakan. Kemampuan fundamental manusia yang tak dimiliki hewan lain, yang menciptakan peradaban adalah kemampuan membuat narasi. Homo Sapiens is an animal capable of making a narative.

Nenek moyang kita berkemampuan bercerita, berkisah, mengarang masa silam, berfantasi masa depan, mendongeng, dan menciptakan fiksi.

Individu yang paling unggul di zamannya adalah yang mampu memberi narasi penjelasan. Siapakah kita? Dari mana kita berasal? Kita menuju kemana? Apa yang harus kita lakukan?

Maka datanglah era Shaman, sejenis dukun sakti. Ia membawa narasi, bercerita. Nenek moyang manusia berasal dari ular Piton. Karena itu ular Piton harus disembah.

Muncul para Nabi yang diyakini pemeluknya mendapat wahyu Tuhan. Para Nabi membawa narasi yang berbeda.

Bahwa asal manusia itu Adam. Ia satu satunya nenek moyang manusia. Adam berasal dari Garden of Eden, semacam taman surga. Ia dibuang dari sana karena melanggar perintah Tuhan. (2)

Kini muncul ilmu pengetahuan. Ilmu membawa narasi yang berbeda. Ilmu membantah kisah Adam. Manusia tak berasal hanya dari satu nenek moyang. Homo sapiens ini berevolusi dari mahluk lainnya, bukan dari Garden of Eden.

Kemampuan membuat narasi, kemampuan meyakinkan komunitasnya untuk percaya, lalu mengubah prilaku, itulah keunggulan asasi manusia.

Awalnya kemampuan narasi itu diekspresikan secara lisan, turun temurun. Lalu datang teknologi tulisan. Narasi itu diekspresikan ke dalam tulisan di batu, di kulit hewan, di kertas papirus, hingga kini direkam di video.

Lahirlah era buku. Lahirlah para penulis.

Post Views: 113
Page 1 of 6
12...6Next
Tags: BeritaDenny JAInformasiOpini PublikPenulis
Share196Tweet123Share49

Search

No Result
View All Result

Recent News

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Recent News

  • DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
  • Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
  • DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
  • BOX REDAKSI
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • KODE ETIK INTERNAL / PERUSAHAAN
  • Sop Perlindungan Wartawan
  • Kontak
  • Cara Beriklan

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir

© 2025