Lanjut Sukandi sebagai korban, “Jadi saat saya dengan satu teman datang di kantor dinas koperasi kong masuk ke ruang kerjanya pegawai koperasi, itu di dalam ruangan ada empat (4) orang yang tiga (3) orang, itu pegawai dinas koperasi dan satu ibu-ibu sudah tua.”
Saya bilang, saya mau konfirmasi, jadi saya tanya data masyarakat Tabalema penerimaan bantuan UMKM kepada ketiga pegawai itu,
” Kata korban. Akan tetapi malah saya di jawab dengan kata-kata yang tidak menyenangkan oleh Jabir dengan nada keras seperti orang teriak-teriak di jalan, serta saya di ancam oleh salah satu pegawai yang belum saya tau (Namanya).” Terang (korban)
Juga, pada saat itu saya mau foto ketiga pegawai dinas koperasi, akan tetapi saya sudah di cegah dan di ancam oleh temannya bapak jabir yang juga merupakan salah satu pegawai dinas koperasi, untungnya saya sempat rekam secara diam-diam sekitar beberapa menit lamanya, walaupun tidak sempat ambil foto, soalnya saya sudah di tarik dan di dorong-dorong sampai keluar kantor oleh Jabir”. Ungkap (korban), Rabu (16/12/20) sekira pukul 16:18 WIT
Atas kejadian tersebut yang di lakukan oleh kedua oknum, kepala bidang (kabid) dinas koperasi halmahera selatan (halsel) dan salah satu pegawainya di dalam kantor dinas koperasi halmahera selatan (halsel), serta korban secara resmi melaporkan ke polres halmahera selatan dengan membawa berkas – berkas salinan laporan, beberapa barang bukti, salah satunya berupa rekaman suara.
Selanjutnya berkas – berkas salinan laporan ke Pengaduan ke kejaksaan halmahera selatan sebagai tembusan.” Jelas (korban).
(Tim)
