“Menjadi seorang Taruni Akademi Militer, bukan hanya gagahnya saja, namun diikuti dengan intelektual yang tinggi. Karenanya, banyaklah belajar untuk siap bersaing dan berkompetisi dengan yang lain”, ujarnya.
“Niatkan apa yang kalian cita-citakan dan impikan ini, dan jangan lupakan untuk berdoa. Insyaallah dengan doa dan niat yang tulus dan ikhlas, kalian akan berhasil untuk menjadi seorang taruna”, himbaunya.
Lebih lanjut, para peserta seleksi agar mengikuti dan melaksanakan semua rangkaiaan seleksi yang meliputi aspek kelengkapan administrasi, jasmani, kesehatan, untuk selanjutnya para calon yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan seleksi secara bertahap dan berjenjang, mulai dari Sub Panda Purwokerto sampai ke tingkat pusat.
Selain itu, Kolonel Yudha juga berpesan agar para calon Taruna dan Taruni ini, harus mempunyai planing atau rencana apa yang harus disiapkan dalam seleksi nantinya. Apabila berhasil dalam seleksi hingga Rindam IV/Diponegoro, kemampuan fisik maupun akademiknya harus ditingkatkan.
“Saya berharap, agar semua berpedoman dan berpegang teguh pada norma serta aturan yang berlaku, setiap tahapan seleksi nantinya dilakukan secara ketat dan sungguh-sungguh, dengan mempertimbangkan ketentuan dan berbagai aspek sehingga diperoleh calon Taruna Akmil yang berkualitas dan dapat dibanggakan demi kemajuan generasi TNI AD ke depan, tegas mantan Dansat-81/Gultor Kopassus ini.
Dijelaskan pula bahwa penerimaan prajurit tidak dipungut biaya dan bersih dari unsur KKN. “Untuk itu jangan mudah percaya kepada oknum yang memanfaatkan situasi seleksi ini demi kepentingan pribadinya, para peserta seleksi harus percaya pada kemampuan sendiri karena untuk menjadi prajurit adalah pilihan calon sendiri dan berserah dirilah pada Tuhan Yang Maha Esa demi tercapainya cita-cita mulia ini”, himbaunya.
