Prestasi yang mengagumkan bukan? Di tengah prahara dunia perasuransian nasional yang sedang defisit kepercayaan. Padahal kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis asuransi.
Namun sayang, di tengah kemonceran kinerja laporan keuangan AXA Mandiri itu kita masih pekak mendengar jeritan cukup banyak nasabahnya yang kecewa. Mengapa mereka kecewa?
Kabarnya ada banyak “kasus penipuan”, atau tepatnya kasus “nasabah yang merasa tertipu” oleh para agen asuransi AXA Mandiri.
Nasabah yang (merasa) tertipu ini jelas marah dan jadi “berisik” di media-sosial. Dan “keberisikan” mereka jelas bisa mencoreng nama baik AXA Mandiri. Itu jelas, dan jelas pula ini mesti mendapat perhatian yang cukup dari manajemen AXA Mandiri. Jangan sampai gegara nila setitik rusak susu sebelanga!
Kalau kita menilik laman di Facebook dan keluhan-keluhan nasabah yang (merasa) ditipu oleh AXA Mandiri adalah kasus-kasus perjanjian (akad) asuransi antara nasabah dengan para agen asuransi AXA Mandiri.
Ada banyak keluhan tentang apa yang jadi kesepakatan awal dengan apa yang ternyata tertera dalam dokumen polisnya.
Keluhan-keluahan para nasabah AXA Mandiri ini bisa dengan mudah ditelusuri di berbagai platform medsos (facebook: https://www.facebook.com/groups/403792866677643, twitter, misalnya atas nama: https://twitter.com/zaini_muhammadd/status/1381505695434956800?s=20 , dan keluhan nasabah lainnya bisa ditelusuri sendiri lewat mesin pencari).
