Jakarta: radarpublik.net – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi pembicara dalam Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan pembahasan terkait “Perencanaan. Dan Program Nasional Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” yang berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 26 November 2020. Menteri Suharso menyampaikan beberapa hal terkait percepatan ekonomi di sektor pariwisata pasca Covid-19.
- DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
- Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
- DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
- DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target
- DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T
Di masa pandemi ini tren pariwisata menemukan beberapa peluang baru untuk industri pariwisata. Saat ini tren pariwisata lebih menitikberatkan pada kebersihan dan kesehatan. Terdapat pergeseran sekmentasi dari menarik customer internasional ke menarik customer lokal. Selain itu pengembangan eco travel menjadi pilihan untuk menarik minat para wisatawan ke destinasi konservasi, situs alam, dan pengalaman budaya. Penggunaan teknologi dalam pembayaran tiket kini menjadi sebuah pilihan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan memberikan rasa nyaman kepada pengunjung.
“Dampak Covid-19 membuat devisa negara dari sektor pariwisata diprediksikan menurun sebesar USD 15 miliar, dan diperkirakaan lima tahun kedepan akan mengalami kerugian yang lebih besar apabila tidak ditangani dengan baik,” ujar Menteri.
