• Latest
  • Trending
“Catatan Seorang Cendekiawan”, Yang Arief dan Budiman

Virus “Benci-Asia” di AS, Buah Pahit Politik-Identitas Sempit dan Pelajarannya

22 Maret 2021

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target

11 November 2025

DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T

11 November 2025

DPRD Kota Malang Gelaran Rapat Paripurna, Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026

11 November 2025

DPRD Malang Kota Setujui Rancangan Perubahan APBD

11 November 2025

Fraksi PDIP, PKB, PKS Kota Malang Sampaikan Pandangan Menohok Soal RAPBD 2026

11 November 2025

Semua Fraksi DPRD Malang Kota Soroti Polemik BPJS

11 November 2025

DPRD Kota Malang Soroti Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Dalam RAPBD 2026

11 November 2025

DPRD Kota Malang Mendorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

11 November 2025

Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Melantik 600 Pengurus Ranting SH Terate se-Bojonegoro

11 November 2025
RADAR PUBLIK
Sabtu, Februari 28, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir
No Result
View All Result
RadarPublik
No Result
View All Result

Virus “Benci-Asia” di AS, Buah Pahit Politik-Identitas Sempit dan Pelajarannya

by admin
22 Maret 2021
in Opini
0
“Catatan Seorang Cendekiawan”, Yang Arief dan Budiman

Tanpa disadarinya, ia sebetulnya sedang menabur benih-benih kebencian. Trump sudah menabur angin, dan sekarang Amerika sedang menuai badainya dengan ‘The Asian-Hate’ yang marak.

Sampai-sampai Presiden Joe Biden mesti mengeluarkan pernyataan resminya yang mengutuk soal ini.

YOU MAY ALSO LIKE

Komisi Informasi Diduga Membangkang ,PKN Aksi Demo

Jokowi, Greenpeace dan Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab!

Dari Cresida Heyes dan Stuart Hall kita belajar tentang posisi politik identitas dalam ruang demokrasi. Dimana setiap relasi gerakan itu sebetulnya menciptakan artikulasi demokrasi yang menunjukan bahwa jantung nafas demokrasi sedang berdegup. Ada kehidupan.

Namun, di lain sisi, relasi yang terjadi bisa saja berbentuk benturan atau konflik. Dan ini otomatis membuat kondisi sosial jadi rentan terhadap “clash of fundamentalists” (istilah Tariq Ali) atau mengikuti istilah Samuel Huntington “clash of civilization”, dimana keduanya itu sesungguhnyalah merupakan cacat dalam demokrasi.

Virus “Benci-Asia” yang sedang melanda AS di tengah pandemi Covid-19 merupakan buah pahit dari praktek politik-identitas yang mengarah ke politik kambing-hitam. Politik yang lari dari tanggungjawab sosial, lari dari solidaritas kemanusiaan.

Fenomena perlakuan warga kulit putih (dan juga kulit hitam?) di Amerika Serikat terhadap warga kulit kuning (keturunan Asia) menjadi penuh emosi kebencian yang sangat irasional. Kelakuan yang tak bisa dipahami oleh hati dan pikiran waras warga dunia.

Padahal dulu Martin Luther King pernah berseru di tanah Amerika, “I look to a day when people will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character!” (dalam pidato legendarisnya, “I have a dream”).

Suatu proses sosial yang pahit. Bisa saja kita mengatakan bahwa Amerika Serikat saat ini sedang memasuki suatu fase pemurnian kembali tentang ‘E Pluribus Unum’, yaitu semboyan (falsafah) bangsanya sendiri yang berarti ‘dari banyak menjadi satu’. Semoga saja.

Yang penting buat kita, belajar dari perjalanan jatuh-bangunnya suatu bangsa, bahkan bangsa yang besar dari negara super-power seperti itu pun masih bisa terperosok dalam jebakan ‘politik-identitas’ sempit.

Kisah pahit di pemilu dan pilkada yang pekat dengan politik identitas ternyata telah meninggalkan bekas luka bernanah yang lama pulihnya.

Sehingga, tinggallah kita sekarang, mau dan mampukah untuk terus menerus menghembuskan nafas kehidupan terhadap ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Dimana fakta sosial dan sejarah bangsa kita itu beragam-ragam suku, agama, ras dan aliran kepercayaannya, namun telah bertekad untuk mengikat diri dalam suatu identitas Bangsa Indonesia.

Bangsa yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, berdemokrasi, dan berkeadilan-sosial sebagai landasan (fondasi) sekaligus sebagai cita-cita.

(21/03/2021)
Oleh: Andre Vincent Wenas

Post Views: 49
Page 2 of 2
Prev12
Tags: Amerika SerikatOpini PublikPolitikVirus
Share196Tweet123Share49

Search

No Result
View All Result

Recent News

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Recent News

  • DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
  • Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
  • DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
  • BOX REDAKSI
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • KODE ETIK INTERNAL / PERUSAHAAN
  • Sop Perlindungan Wartawan
  • Kontak
  • Cara Beriklan

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir

© 2025