Terkait kondisi kantor yang digembok, pihaknya menegaskan bahwa memang mentor sedang berada di luar dan sering tutup.
“Kami lebih sering bimbingan di luar dan jarang di kantor,” ungkap Damar.
Damar menambahkan, model bisnis FEC ini hanya melakukan pembayaran barang di Eropa sana melalui aplikasi.
“Kami sebagai member merupakan investor kecilnya. Contohnya, kami kelola toko bintang satu seharga Rp 150 ribu dengan keuntungan Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu sehari. Kami ada kerja sama dengan perusahaan,” papar Damar.
Sementara itu, Pimpinan FEC Cabang Lombok Surya Wirawan menegaskan bahwa kondisi FEC aman-aman saja. (Wan)
Berita ini diterbitkan sepenuhnya oleh : koranmandalika.com
Bisnis FEC Diklaim Aman, Mentor Lombok: Ada Upgrade Sistem

