Berbagai pengalaman dan praktik global telah membuktikan bahwa investasi hijau di masa pemulihan dapat menciptakan leverage ekonomi yang lebih besar dan tentunya memiliki dampak berkelanjutan di masa mendatang.
Menteri mencontohkan jika sebuah negara berinvestasi pada energi terbarukan, maka peluang kesempatan kerja menjadi 2,5 kali lebih besar jika dibandingkan dengan investasi pada bahan bakar fosil. Pada jangka panjang, manusia bisa merasakan udara yang lebih bersih yang dapat mengurangi beban biaya tambahan akibat penyakit dari polusi udara.
“Sebagai gambaran, biaya kesehatan yang dikeluarkan akibat berbagai penyakit dari polusi udara bisa mencapai 7 persen dari PDB setiap tahunnya. Kita juga memiliki catatan praktik global bahwa setiap investasi sebesar 1 dolar untuk memulihkan ekosistem dapat menghasilkan 9 dolar dengan cara mengembalikan jasa ekosistem dan peningkatan mata pencaharian masyarakat setempat,” kata Menteri.
- DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
- Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
- DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
- DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target
- DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T
Menteri menambahkan bahwa syarat utama dari upaya pemulihan ekonomi melalui pengembangan ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon membutuhkan kerjasama multipihak, mulai dari pemerintah, mitra pembangunan, swasta, akademisi, LSM, masyarakat, dan termasuk UMKM.
“Kita perlu semakin meningkatkan kerja sama multipihak untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik, atau build back better menuju ekonomi hijau dan Rendah Karbon,” ucap Menteri.
Menteri berpesan bahwa krisis ini harus dijadikan peluang untuk memperbaiki planet.
“Dengan pola pembangunan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan untuk masa depan kita semua. Apa yang kita lakukan saat ini, akan kita rasakan di masa mendatang, if you want to go fast, go alone. But if you want to go far, go together” tutupnya.
(Tim)
