“Sumberan ini walau di musim kemarau tidak akan kekurangan air, Karena sumbernya sangat bagus dan nanti kalau sudah ada pengunjung juga bisa membuka usaha kuliner, dan itu bisa memberikan pendapatan perekonomian bagi warga kampung Sumberan”.Imbuh Pungkasnya
Dari tokoh-tokoh ini memberikan keterangan masing-masing sehingga warga tahu dan mengerti apa isi sejarah Sumberan dan temuan batu atau tapak tilas.
Made Widodo selaku sejarahwan mengatakan “Dirinya menemukan batu yang bergambar segitiga dan memberikan arti sejarah, kalau manusia ini harus mendekatkan diri kepada sang maha pencipta saling menghormati dan menghargai sesama manusia begitu pula dengan alamnya yang mberikan tempat beserta isinya untuk kehidupan didunia ini, yang di ciptakan oleh tuhan”. Ucapnya di depan warga yang ada di lokasi
Aan Handoko Tokoh Budaya yang berasal dari Pesanggaran juga mengajak masyarakat yang ada di lokasi ” mari kita semua harus bisa mengenal siapa diri kita sebenarnya, bahwasanya kita semua ada yang menciptakan yaitu Allah SWT, begitu pula juga saling menghargai sesama manusia dan alamnya, jangan lupa kepada leluhur yang telah mengajarkan kebaikan supaya ayem tentram (kediaman) di wilayah kita, jangan lupakan sejarah”. Tutur Singkatnya di hadapan warga dan tokoh tokoh kampung Sumberan.
(Budi/Kholis).
