“Kegiatan konfernsi pers di Polda Banten mulai saat ini dan seterusnya akan berbeda dengan yang sebelumnya. Kali ini kami mengikutsertakan juru bicara isyarat untuk kaum difabel,” kata Edy Sumardi.
Pelibatan juru bahasa isyarat ini juga sebagai bentuk dukungan Polda Banten dalam mengimplementasikan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan ruang bagi kelompok difabel menjadi bagian Korps Bhayangkara.
Dengan kata lain masyarakat yang berkebutuhan khusus bisa mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan kompetensi. Kelompok difabel itu dapat bertugas di bidang administrasi, pelayanan, analisis terkait teknologi informasi, maupun disesuaikan dengan posisi yang memungkinkan.
“Hal itu sesuai dengan program prioritas perihal menjadikan SDM Polri yang unggul di era police 4.0,” tutup Edy Sumardi.
(Red/Bid Humas)
