Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut menyampaikan jika Hari Jadi DPRD Kota Malang sudah ditetapkan, yakni 25 Maret.
“Saya ingin ada Paripurna Istimewa Memperingati HUT DPRD. Sebelum itu atau sesudah itu akan ada rangkain kegiatan. Minimal kita akan membuat festival seni, festival olahraga di masing-masing Kelurahan. Nanti kita mulai di tahun 2025,” terang Made.
Dalam peringatan tersebut, pihaknya akan menyuguhkan tentang sejarah. “Namanya kita memperingati, pasti flashback ke belakang. Ini menunjukkan bahwa ada proses, ada sejarah panjang. Ini yang ingin saya tawarkan. Ayo angkat ini oleh pelaku seni dan budaya,” ajaknya.
Made pun menuturkan bahwa dirinya sepakat jika seni itu adalah universal.
“Tidak bisa diblokade untuk Kabupaten Malang, Kota Malang atau Kota Batu semata. Namun tetap ada pelaku seni dan budaya yang mengorganisir di setiap wilayah. Karena bicara Malang Raya itu tidak akan terpisahkan,” ucap Made.
Dirinya pun berharap jika Perda Pemajuan Kebudayaan disahkan, ada sinergi antara pelaku budaya dan DPRD.
Dalam kesempatan tersebut, Ia memberikan penghargaan atas aktivitas yang dilakukan di Ruang Budaya Ratna.
“Rumah Budaya Ratna ini membuktikan bahwa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama baik. Api perjuangan Bu Ratna lah yang membuat kita berkumpul disini,” pungkas Made.
(Eko S)
