Peristiwa ini berawal saat korban ditugasi oleh toko tempatnya bekerja untuk berjualan baju di salah satu stan di RTH Maron Genteng. Selang beberapa lama, tiba tiba pelaku datang sambil meminta Handphone, ATM, dan cincin tunangan mereka.
“Di sini pelaku meminta memutuskan tunangan karena dia mengaku cemburu atas ulah korban selama ini. Namun saat itu korban meminta agar menunggu sampai ibunya pulang kerja di Kecamatan Srono,” tambahnya.
Karena tak ingin pertengkaran mereka dilihat banyak orang, korban pun mengajak pelaku untuk berpindah ke tempat yang agak sepi. Namun rupanya, pelaku tetap memaksa meminta sejumlah barangnya yang ada pada korban. Selanjutnya, korban menyerahkan cincin dan ATM kepada pelaku.
“Tapi pelaku malah emosi dan memukul korban di bagian pipi kanan dan kirinya. Lalu dia mendorong kening korban yang dilanjutkan dengan memukul keras di bagian wajah hingga mengenai bibir bagian bawah dan mengeluarkan darah sampai menetes di bajunya,” tambahnya
korban IM kemudian melaporkan penganiayaan ini kepada orang tuanya. Tak terima dengan aksi kejahatan yang dilakukan tunangannya, korban IM kemudian bersama dengan orangtuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng.
