Menurut Serda Gimin kepada awak media mengatakan jika luapan air hingga setinggi lutut orang dewasa itu sempat mengganggu arus lalulintas yang memang ramai bertepatan pas malam minggu.
“Arus lalulintas tersendat, karena kendaraan yang lewat harus bergantian mas, selain ketinggiannya mencapai lutut orang dewasa, arusnya juga lumayan deras”, papar Serda Gimin saat dihubungi awak media dari lokasi dan turut serta membantu mengatur arus lalu lintas.
“Untungnya tidak ada kerugian baik orang maupun material dalam kejadian banjir kali ini”, tambahnya.
Salahsatu pengendara bernama Maya warga desa Sambirejo kecamatan Bangorejo yang mengaku hendak pulang dari rumah mertuanya diwilayah dusun Kaliboyo desa Kradenan mengatakan jika dirinya tidak mengetahui adanya luapan air diwilayah dusun Curahpalung.
“Tadinya mau mampir belanja ke Jajag dulu, makanya lewat sini, eh gak taunya disini malah banjir, tapi alhamdulillah berkat kesigapan pak Babinsa dan masyarakat sekitar lokasi arus lalulintas bisa tetap lancar walaupun agak tersendat tadi”, tuturnya.
(TIM)
