• Latest
  • Trending
Lawyer Toko Banyu Urip Banyuwangi, Bantah Penutupan Resmi oleh Satpol PP

Kasatpol PP Banyuwangi Tak Bisa Jawab Dasar Penutupan Toko Miras Banyu Urip

14 Desember 2021

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

DPRD Kota Malang Setujui Perubahan APBD, Wahyu Hidayat Optimis PAD Sesuai Target

11 November 2025

DPRD Malang Kota Laksanakan Rapat Paripurna Perubahan ABPD 2025 encapai 2,5T

11 November 2025

DPRD Kota Malang Gelaran Rapat Paripurna, Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026

11 November 2025

DPRD Malang Kota Setujui Rancangan Perubahan APBD

11 November 2025

Fraksi PDIP, PKB, PKS Kota Malang Sampaikan Pandangan Menohok Soal RAPBD 2026

11 November 2025

Semua Fraksi DPRD Malang Kota Soroti Polemik BPJS

11 November 2025

DPRD Kota Malang Soroti Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Dalam RAPBD 2026

11 November 2025

DPRD Kota Malang Mendorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

11 November 2025

Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Melantik 600 Pengurus Ranting SH Terate se-Bojonegoro

11 November 2025
RADAR PUBLIK
Sabtu, Februari 28, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir
No Result
View All Result
RadarPublik
No Result
View All Result

Kasatpol PP Banyuwangi Tak Bisa Jawab Dasar Penutupan Toko Miras Banyu Urip

by admin
14 Desember 2021
in Uncategorized
0
Lawyer Toko Banyu Urip Banyuwangi, Bantah Penutupan Resmi oleh Satpol PP

BANYUWANGI :radarpublik.net – Pasca penutupan toko Banyu Urip yang bergerak di usaha penjualan eceran minuman mengandung etil alkohol atau miras, pada Jumat (10/12/2021) kemarin oleh Satpol PP Banyuwangi, rupanya berbuntut panjang.

Kuasa Hukum Toko Banyu Urip Nanang Slamet bersama ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB), mendatangi kantor Satpol PP setempat, Senin (13/12/2021).

YOU MAY ALSO LIKE

Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Melantik 600 Pengurus Ranting SH Terate se-Bojonegoro

Pansus DPRD Kota Malang Dorong APBD Capai Rp4 Triliun untuk Dukung RPJMD 2025-2029

Mereka meminta klarifikasi kepada Kepala Satpol PP Banyuwangi Wawan Yatmadi terkait dasar penutupan toko tersebut. Sedangkan menurut pihak kuasa hukum, toko kliennya itu telah mengantongi izin dan menaati peraturan yang ada.

Usai mediasi antara pihak Banyu Urip dan Satpol PP Banyuwangi. Kuasa Hukum Nanang Slamet menyebut, belum mendapat jawaban dasar apa yang digunakan Satpol PP dalam penutupan toko milik kliennya itu.

Saat itu dirinya melontarkan dua pertanyaan kepada Kasatpol PP Banyuwangi. Pertama Satpol PP membenarkan penutupan toko Banyu Urip jika itu dilakukan anggotanya.

“Pertanyaan pertama dibenarkan ternyata benar jika menutup toko Banyu Urip. Namun pertanyaan kedua kami tentang landasan hukum berkenaan dengan penindakan penutupan. Tidak ada satupun pasal atau landasan yang bisa dijawab Kasatpol PP beserta jajarannya,” papar Nanang.

Nanang menilai, Kasatpol PP Banyuwangi dimungkinkan berat untuk mengakui bahwa tindakan penutupan yang dilakukan anggotanya di lapangan bersalah dimata hukum.

“Oleh karena itu, saya mendesak untuk menarik kembali penutupan toko Banyu Urip tersebut. Beliau sebenarnya sudah sepakat, namun beliau agak berat menyampaikan kepada masyarakat,” ucap Nanang.

Nanang menyampaikan, soal penutupan yang dilakukan Satpol PP beberapa waktu lalu, ia menilai itu cacat hukum. Nanang juga menerangkan, pada saat cacat hukum, ada dua istilah hukum. Diantaranya batal demi hukum atau dapat dibatalkan demi hukum.

“Pada saat kemudian cacat prosedural, mulai dari awal kami sebagai para pihak tidak diberi teguran dan sebagainya. Itu dianggap batal demi hukum dan tidak pernah ada yang namanya peristiwa hukum,” kata dia.

“Maka tidak heran kemudian penutupan tersebut dianggap tidak ada. Namun dalam hal ini, kami sebagai kuasa hukum menegaskan kepada Satpol PP untuk mencabut atau menarik kembali tindakan penutupan tersebut yang inkonstitusional,” imbuhnya.

Sementara Kepala Satpol PP Banyuwangi Wawan Yatmadi mengatakan, jika pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan dari pihak Banyu Urip. Ia juga menyampaikan tindakan anggotanya hanya menjalankan tugas dan fungsi sebagai penegak Perda.

“Saya mohon waktu nanti mau bertemu tim, kemudian menindaklanjuti tuntutan. Kalaupun apa yang telah dilaksanakan tim kami ternyata ini keliru sebagaimana disampaikan pak Nanang. Mohon maaf dan akan menjadi evaluasi bagi kami,” pungkasnya.

(Tim)

Post Views: 55
Tags: Nanang SlametToko Banyu Urip
Share196Tweet123Share49

Search

No Result
View All Result

Recent News

DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21

18 Desember 2025

Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025

11 November 2025

DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha

11 November 2025

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Recent News

  • DPC Peradi Banyuwangi Menyelenggarakan Acara Dirgahayu Peradi ke-21
  • Rapat Paripurna, DPRD Kota Malang Sampaikan Laporan Banggar Dan Raperda Perubahan APBD TA 2025
  • DPRD Malang Kota Rapat Pansus Penyertaan Modal BPR Tugu Artha
  • BOX REDAKSI
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • KODE ETIK INTERNAL / PERUSAHAAN
  • Sop Perlindungan Wartawan
  • Kontak
  • Cara Beriklan

© 2025

No Result
View All Result
  • Home
    • Nasional
    • Religius
    • Hukum & Kriminal
  • HEADLINES
    • HEADLINES
  • News
    • Berita
    • Olahraga
    • Politik
    • Pemerintah
  • Budaya
  • Otomatif
  • Ekonomi & Bisnis
  • Opini
  • Uncategorized
  • Lowongan Karir

© 2025