Banyuwangi : radarpublik.net – Keberadaan kandang ayam petelur Dua tahun lamanya berdiri di Dusun Sidoluhur tepatnya sebelah Barat sungai RT.01 RW.02 Desa Sepanjang Kecamatan Glenmore membuat resah warga sekitar. Dampak limbah air berwarna hitam pekat sengaja di biarkan ke sungai deras yang mengalir ke bawah di area sawah dan pemukiman warga, Pasalnya Sungai Setiap Hari digunakan untuk MCK(Mandi Cuci Kakus). Sabtu.(03/05/2020).
Ternyata bukan hanya dampak limbah air maupun aroma khas udara dan berbau tidak sedap saja yang di timbulkan dari kotoran ayam. Kurangnya kesadaran peternak untuk menjaga kebersihan kandang, sangat di rasakan dampaknya oleh warga sekitar lokasi. ” Selain bau kadang kala yang muncul juga lalat, kalau bau kotoran hampir tiap hari kita menciumnya, “Jelentreh El warga setempat kepada awak media.
Namun bukan itu saja, bangunan yang berdiri sudah dua tahun itu ternyata belum melakukan ijin lingkungan. Hal itu di perkuat oleh pernyataan seorang Ketua RT, Suwardi, dia mengungkapkan si pengusaha belum meminta ijin keterangan lingkungan ke warga. ” Selama ini dia (peternak,red) sama sekali tidak ada meminta ijin lingkungan ke kami, hanya saja dulu pernah minta tanda tangan, tapi untuk pengajuan dana ke bank, bukan ijin lingkungan”. Ujarnya.
