Home » “Perlakuan Istimewa”, Masyarakat Protes Terhadap Pelaku Pesta Narkoba di Banyuwangi

“Perlakuan Istimewa”, Masyarakat Protes Terhadap Pelaku Pesta Narkoba di Banyuwangi

by admin
42 views
Masyarakat Protes

Banyuwangi: radarpublik.net – Rekomendasi Assesment dari Polresta Banyuwangi yang mengarahkan rehabilitasi bagi pelaku pesta narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan oknum polisi aktif Polsek Glagah, inisial ‘R’, bos baby lobster inisial ‘W’ dan Kepala Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo yang juga kakak kandung salah satu anggota DPR RI banyak menuai kritik dari masyarakat.

Masyarakat menyoroti penanganan proses hukum kasus ini dan menilai kebijakan pihak Polresta Banyuwangi mencederai keadilan masyarakat.

Karena selama ini proses hukum yang dilakukan pihak penyidik terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, baik itu yang melibatkan bandar, pengedar, dan pemakai, tidak pernah ada rekomendasi assesment rehabilitasi dari pihak Polresta.

Dengan adanya rekomendasi assesment rehabilitasi yang diberikan pihak Polresta Banyuwangi, saat ini banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Masyarakat dibuat ‘berandai-andai’ dengan munculnya kebijakan yang selama ini tidak pernah dilakukan oleh pihak Polresta.

Apakah dikarenakan para pelaku pesta sabu-sabu merupakan ‘tokoh’ dan berduit. Apakah karena pelaku inisial ‘R’ adalah seorang anggota Polisi aktif yang berdinas di Polsek Glagah yang notabene masih dibawah naungan Polresta Banyuwangi? atau apakah karena pelaku inisial ‘MH’ seorang Kepala Desa yang juga kakak dari anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI? dan apakah karena pelaku inisial ‘W’ seorang Pengusaha baby lobster yang koleganya oknum Baharkam Polri yang berpangkat Jendral bintang satu?

Related Articles