Home » Budaya Korupsi, Ikan Membusuk Mulai dari Kepalanya

Budaya Korupsi, Ikan Membusuk Mulai dari Kepalanya

by admin
76 views

Opini: radarpublik.net 

Oleh: Andre Vincent Wenas

Idealnya, kekuasaan politik itu disahkan lewat proses yang demokratis, dijalankan sesuai hukum dan berdasar suatu legitimasi moral. Artinya demokrasi itu murni, bukan sekedar prosedural. Ada legalitasnya dan berjalan dalam rel etika politik. 

Kalau itu yang menjadi parameter, titik acuan, maka ada banyak disparitas sosial politik yang bisa diangkat dalam wacana publik. Isu yang memang urgen untuk diperdebatkan, dicari solusi jalan keluarnya  dan dikerjakan proyeknya.

Antara rakyat dan negara, demokrasi deliberatif berlaku. Sebuah tatanan sosial politik yang memberikan ruang jaringan komunikasi publik yang melibatkan partisipasi masyarakat seluasnya dan secerdasnya.

Perusak tatanan sosial politik yang paling kronis dan akut adalah proses pembusukan dari dalam.

Pembusukan bahasa Latinnya adalah ‘corruptio’. Diadopsi menjadi kata korupsi, dan koruptor untuk pelakunya.

Dan seperti ujaran terkenal, bahwa ikan membusuk mulai dari kepalanya. Maka tanggung jawab moral sosial para pemimpin ini amat sangat besar.

Di sebut bahwa korupsi sudah kronis dan akut artinya sudah membudaya dan bukannya semakin sembuh malah makin parah. Kronis artinya menahun, dan akut artinya gawat darurat.